Komunikasi dalam Interaksi

            Manusia menggunakan bahasa dan simbol dalam berkomunikasi, tanpa adanya komunikasi, suatu masyarakat tidak mungkin terbentuk, pewarisan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya tidak mungkin terjadi serta tidak akan ditemukan interaksi antar manusia. Selanjutnya secara bersama-sama, manusia menciptakan alat-alat, bahasa, menganut nilai-nilai serta membentuk lembaga yang memberikan kemudahan dalam merealisasikan kehidupannya. Menurut Horton, kemunculan lembaga bukanlah sesuatu yang direncanakan dalam kehidupan sosial, melainkan secara naluriah manusia mencari cara termudah dalam upaya memenuhi tuntutan kehidupannya. Kemudian dari perulangan-perulangan kegiatan tersebut ditemukan pola-pola yang kemudian dibakukan keberadaannya didukung oleh pemberlakuan sanksi apabila pola tersebut dilanggar.

            Salah satu upaya manusia dalam rangka merealisasikan kehidupannya adalah melalui penciptaan bahasa dalam berkomunikasi, yang berlaku sebagai perangkat dalam membangun simbol-simbol  yang dipakai untuk memahami dan mendalami seluruh aspek kehidupan. Di lain pihak, Berger melihat komunikasi sebagai institusi yang memelihara kelangsungan eksistensi institusi-institusi lain dalam masyarakat. Melalui komunikasi, seorang anak diperkenalkan pada kehidupan masyarakat termasuk objektifitas dan kekuatan realitas sosial.

            Whorf  mengemukakan tentang fungsi komunikasi sebagai determinan ide-ide manusia, pemikiran dan persepsinya. Maka ketika seorang anak mempelajari komunikasi, secara simultan iapun memperoleh ”a world view”  karena komunikasi menentukan cara bagimana seseorang memandang dunianya melalui simbol-simbol yang merupakan instrumen pemikiran.Bahasa sebagai sistem komunikasi simbolik membedakan manusia dari makhluk-makhluk lainnya, sebab dalam membangun dunia kehidupannya, komunikasi berlaku sebagai perangkat dalam membentuk simbol-simbol untuk memahami dan mendalami seluruh aspek kehidupan.

            Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat melepaskan diri dari lingkaran kolektifnya. Bahkan ia akan kehilangan martabat kemanusiaannya, apabila dikucilkan secara total dari manusia-manusia lain. Upaya manusia dalam membangun dunia kehidupannyapun merupakan aktivitas kolektif. Melalui komunikasi, manusia merasakan kebersamaan sebagai anggota masyarakat. Mereka mendapatkan pengetahuan melalui proses komunikasi ini, karena di dalamnya terdapat pertukaran ide-ide pemikiran. Pada proses yang mensyaratkan adanya: (1) sumber informasi; (2) pengiriman pesan; (3) isi pesan yang disampaikan; (4) penerimaan pesan, serta; (5) reaksi yang diberikan oleh penerima pesan, ini juga merupakan dasar bagi interaksi manusia yang akan membentuk dan memelihara hubungan sosial. Komunikasi adalah cara sekaligus ciri yang sangat penting dalam proses masuknya manusia ke dalam dunia kehidupan sosialnya. Secara singkat, komunikasi menjadi media yang sangat menentukan sebagian besar gagal atau berhasilnya proses sosialisasi, maka komunikasi memegang peran penting dalam proses sosialisasi. 



Hall, Psychology Today: an Introduction, Random House, New York, 1983. hal. 23

Berger, Reading in Sociology,  Basic Books, New York, 1974. hal. 17, hal. 20

Cassirer, Manusia dan Kebudayaan, Gramedia, Jakarta, 1990. hal. 47

Littlejohn, Theories of Human Communication, Wodsworth Inc, California, 1983. hal. 55

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: